Ketegangan Itu Berujung Score Kacamata

Hari Sabtu, 28 Juli 2018, Derby Panginyongan itu pun tergelar tepat jam 15.00 Wib di GOR Satria Purwokerto. Ini merupakan pertandingan perdana di Liga 03 bagi kedua tim.  Seperti prakiraan sebelumnya, pertandingan ini sarat emosional  karena begitu banyak faktor masuk ke dalam pertandingan ini, mulai faktor teknis maupun non-teknis.

Kedua tim ingin membuktikan sebagai yang terbaik, demikian juga para suporter fanatik dari kedua tim, sama-sama menginginkan kemenangan. Berbagai psy war diantara suporter pun sudah mewarnai sejak beberapa hari sebelum pertandingan di gelar, khususnya di Medsos. Disatu sisi hal ini memantik semangat keadaerahan untuk mendukung tim kesayangannya masing-masing dan disisi lain juga memberi dampak pada persiapan tim masing-masing, khususnya  persoalan psichologis dan mentalitas.

Kick Off pun dimulai jam 15.00 Wib. Kedua tim memilih langsung untuk saling menyerang dan tidak  memberikan kesempatan untuk mengembangkan permainan. Namun, sepertinya kuatnya lini tengah kedua tim membuat bola banyak berputar di area tengah lapangan. Beberapa kali Persibas mencoba masuk dan langsung menusuk, namun kecerdikan pemain belakang PSCS Cilacap dan kecekatan Kiper berhasil mengamankan bola. Hal sebaliknya pun demikian, PSCS terus berupaya membangun serangan dengan berbagai skema, namun lagi-lagi termentahkan oleh para pemain belakang Persibas Banyumas yang sangat disiplin menjaga pergerakan setiap penyerang PSCS Cilacap. Sampai babak I usai, tak  banyak peluang yang dimiliki kedua tim untuk menyarangkan bola. Skor 0-0 pun bertahan hingga pluit akhir Babak I dibunyikan wasit.

Memasuki babak II, Persibas berinisiatif memulai serangan. Tampaknya, persibas pengen mencuri gol di 5 (lima) menit pertama. Namun, lagi-lagi belum membuahkan hasil positif walau sukses memberikan ancaman ke gawang PSCS. Perlahan, PSCS pun mulai menemukan sela untuk membangun serangan dan tukar serangan pun terjadi satu sama lain. Kondisi saling serang ini pun membuat tensi permainan semakin meninggi dan pelanggaran-pelanggaran pun mulai banyak. Alhasil, beberapa kartu kuningpun mulai diberikan wasit kepada para pemain yang melakukan tackling-tackling keras dengan sengaja dan berpotensi men-cederai lawan. Provokasi wasit pun dilancarkan para pemain untuk merusak psikologis dan keutuhan tim lawan. Sejalan dengan itu, lawan yang terhukum pun balik menyerang setiap keputusan wasit yang mereka nilai kurang tepat. Namun, semua berlangsung dalam kondisi yang masih bisa di toleran sang pengadil. Akhirnya, pada menit ke-80, salah satu pemain Persibas diganjar kartu merah.

Mendapati Persibas hanya bermain dengan 10 (sepuluh) pemain, percaya diri para pemain PSCS Cilacap pun berlipat.  Mereka semakin berani masuk ke area pertahanan Persibas Banyumas dan melancarkan serangan dengan ragam variasi. Namun, kedisiplinan para pemain belakang Persibas membuat para pemain PSCS frustrasi. Disisi lain, walau dengan 10 (sepuluh)  pemain, Persibas Banyumas tidak panik dengan merubah strategi menjadi bertahan. Bahkan, Persibas pun sama dengan sebelumnya, yaitu menyerang. 10 (sepuluh) pemain yang tersisa saling bahu membahu, baik dalam bertahan maupun dalam menyerang. Hasilnya, beberapa kali Persibas Banyumas berhasil mengancam gawang PSCS Cilacap dengan mengandalkan serangan balik. Sementara itu, PSCS yang masih terus berupaya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, tetap terganjal oleh kedisiplinan pemain belakang dan kecekatan kiper Persibas Banyumas. Akhirnya, tambahan 2’ injury time pun tak merubah score,0-0

Siapa Sesungguhnya yang kecewa

Secara umum, kedua tim merasa hasil seri ini kurang memuaskan. Apalagi, tidak satupun gol yang tercipta. Kekecewaan yang dirasakan kedua klub kali ini bukan pada sang pengadil pertandingan, tetapi karena “tidak berhasil” memperoleh poin penuh yang sangat berguna sebagai modal penting untuk melakoni pertandingan-pertandingan berikutnya yang juga pasti tidak mudah. Mungkin saja PSCS datang dengan percaya diri yang lebih karena merasa sudah melakukan persiapan tim lebih lama. Disisi lain, Persibas kecewa karena tidak bisa memaksimalkan keuntungannya sebagai tuan rumah. Namun demikian, pendapat berbeda dilontarkan oleh Mas Danan, wakil ketua Persibas. Menurut beliau raihan Persibas Banyumas kali ini sangat keren karena secara persiapan tim  PSCS jauh lebih lama di banding Persibas. Beliau juga mengungkapkan apresiasinya terhadap semangat juang yang sudah ditunjukkan seluruh pemain di sepanjang pertandingan. “Walau masih memerlukan beberapa perbaikan, namun soliditas dan semangat juang yang sudah mereka tunjukkan disepanjang pertandingan menjadi psy war bagi lawan-lawan Persibas berikutnya”, tandas beliau.

Dipublikasi di Sari Warta | Tinggalkan Komentar

KETIKA SETIAP PERTEMUAN “PERSIBAS BANYUMAS vs PSCS CILACAP” SELALU BERASA “PARTAI FINAL”

Secara geografis, Persibas Banyumas dan PSCS Cilacap adalah 2 (dua) klub bertetangga. Namun dalam urusan sepak bola, kedua klub ini tidak lepas dari persaingan sengit dan masing-masing terobsesi untuk menjadi yang terbaik. Oleh karena itu, setiap kali kedua klub ini berhadapan serasa seperti partai final, tak peduli apakah itu hanya sebatas pertandingan persahabat. Event tournamen atau liga resmi.

Tensi tinggi tidak hanya terjadi di dalam lapangan, di sisi supporter pun demikian. Psy war sering mewarnai suasana pra-pertandingan di gelar. Tak ayal lagi, pihak keamanan pun selalu dibuat bekerja extra keras untuk pengamanan setiap kali perhelatan pertandingan kedua klub panginyongan ini, entah itu main di kandang Persibas maupun di kandang PSCS Cilacap. Bahkan, beberapa partai pertandingan antara kedua klub ini terkadang terpaksa tanpa supporter tim tamu bila pihak keamanan meragukan kemampuan. Pilihan ini diambil sebagai bentuk pencegahan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti beberapa waktu lalu, saat pegelaran pertandingan liga 2 tahun 2017 dimana tidak satupun suporter Persibas Banyumas hadir saat tim kesayangannya melawat keStadion  Wijaya Kusuma.Lagi-lagi atas pertimbangan keamanan.

Di tahun 2018 ini, kedua klub akan berhadapan lagi setidaknya di dua event yang berbeda, yaitu Piala Indonesia dan  Liga 03. Pada turnamen Piala indonesia, tidak terhindarkan kedua tim harus bertemu kembali setelah keduanya berhasil menundukkan lawan-lawannya dipertandingan perdana. Persibas berhasil menundukkan tim yang selalu menjadi momok, yaitu PSGC Ciamis di GOR Satria pada tanggal 15 Juli 2018 lalu. Sementara itu, PSCS Cilacap juga sukses menang atas Persibangga Purbalingga dengan score telak 4-1 di Kandang Persibangga. Pertemuan ini rencanya di gelar di Bulan Agustus 2018, namun masing menunggu keputusan operator Piala Indonesia tentang kepastian siapa yang akan menjadi tua rumah pada pertandingan tersebut. Dipastikan, partai ini pun akan berlangsung panas, sebab siapapun pemenangnya kemungkinan akan berhadapan dengan tim kuat Liga I, Persib Bandung. Apalagi, Piala Indonesia menggunakan sistem gugur dimana masing-masing klub akan berjuang habis-habisan untuk meraih kemenangan. Tak berlebihan untuk mendefenisikan pertemuan 2 (dua) klub ini di Agustus 2018 nanti sebagai “partai hidup-mati”

Namun demikian, ternyata kedua klub ini pun harus bertemu pada partai perdana pegelaran liga 03 pada sabtu besok 28 Juli 2018. Kali ini, Persibas Banyumas bertindak sebagai tuan rumah da  pertandingan akan di gelar di GOR Satria.  Pertandingan masih beberapa hari, namun beberapa suporter sudah mulai membangun ketegangan urat syaraf lewat meme yang membuat kurang nyaman kubu Persibas Banyumas. Tak heran kalau pihak keamananpun menyiapkan beberapa plan strategi pengamanan. Bahkan, untuk   meng-antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Pihak Polres rencananya mempertemukan perwakilan kedua suporter untuk menandatangani fakta integritas. Hal ini sebagai antisipasi awal agar para pengurus suporter kedua tim mengkondisikan masing-masing pasukannya.

Dari sisi teknis sepak bola, kedua tim juga melakukan persiapan extra. Kedua head coach menyadari bahwa pertandingan ini bukan sekedar kalah dan menang, tetapi juga persoalan gengsi dan harga diri. Tekanan yang lebih ada pada kubu PSCS Cilacap. Mereka merasa sangat terusik kala liga 02 tahun lalu secara agregat mereka kalah dengan Persibas Banyumas. Pada saat bermain di GOR Satria berakhir dengan score imbang 1-1, namun klimaks terjadi saat Persibas berhasil menundukkan PSCS Cilacap di Stadion Wijaya Kusuma dengan score 2-1. Atas hal itu, tentu kubu PSCS Cilacap ingin revans dan menutup luka sejarah di tahun lalu. Apakah Persibas akan memberikan jalan atas ambisi PSCS Tersebut?.

Persibas Banyumas tidak mau terpancing dengan segala provokasi dan psy war yang ada. Persibas Banyumas akan tetap fokus menampilkan yang terbaik demi hasil yang memuaskan para fans panatiknya. Walau dari sisi persiapan tim PSCS lebih lama, namun hal itu tidak menyurutkan keyakinan Persibas untuk bisa meraih angka penuh, apalagi bermain dihadapan publiknya sendiri. Semua Skuad Persibas memahami bahwa pertandingan Sabtu besok pasti sangat tidak mudah, namun Persibas tidak pernah takut menghadapi lawan manapun, termasuk PSCS Cilacap. Dukungan penuh suporter fanatik dan masyarakat pencinta sepak bola Banyumas akan menjadi sumber energi bagi segenap punggawa Persibas untuk bertarung habis-habisan sejak pluit di bunyikan sampai wasit menyatakan pertandingan selesai.

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Perhelatan “Partai Final World Cup 2018” Yang Sarat Pesan

Deschamps sukses menciptakan sejarah serupa dalam posisi yang berbeda, yaitu sebagai pemain dan juga sebagai pelatih. Kalau sebelumnya dia sukses sebagai pemain, kali ini dia sukses sebagai pelatih dengan status yang sama, “juara dunia world cup”. Namun, pencapaian kali ini tentu terasa lebih special karena diraih diluar negaranya, Rusia.

Apa yang diraih  Deshcamps merupakan pencapaian fantastic yang mungkin hanya sedikit orang mengalaminya. Tercatat 2 (dua) lainnya adalah Zagallo (brasil) dan Franz Berkenbaeur (jerman). Bahkan, sekelas legenda Maradona pun hanya bisa sukses sebagai pemain yang membawa negaranya memperoleh trophy piala dunia, namun tidak beruntung saat melako ni sebagai pelatih tim tanggo, Argentina.

Sebagai satu catatan, francis layak diakui sebagai negara yang sangat keren dalam urusan regenerasi pemain sepak bola. Buktinya, Francis tidak saja sukses meraih trophy piala dunia, tetapi juga  begitu banyak melahirkan bintang-bintang besar di lingkar jagad sepak bola. Kita masih ingat dengan nama-nama besar dalam sejarah sepak bola seantero jagad berkebangsaan francis di waktu lampu, seperti Michael Platini, Deschamps, Zidane, Desaili, papin, Lilian thuram dan lain sebagainya. Saat ini pun mereka punya sederetan pemain yang tengah bertengger di klub papan atas eropa,seperti Benzema, Griezman, Mbappe, Pogba dan lainnya. Disisi pelatih yang juga pernah sukses sebagai pemain fenomenal di zamannya masing-masing, ada zidane yang menukangi real madrid dengan rekor fantastic 3 (tiga) kali meraih trophy liga champion berturut-turut. Kini ada deschamp yang sukses membawa francis meraih trophy di event sepak bola terakbar di dunia, world cup 2018 Rusia.

Sederetan fakta super keren itu menandaskan bahwa Francis sukses dalam urusan prestasi dan juga pembinaan sepak bola. Mereka selalu berhasil menemukan dan membimbing bakat-bakat hebat ke titik kejayaannya secara optimal. Mereka sukses meng-integrasikan antara sepak bola sebagai sebuah olah raga dan sepak bola sebagai sebuah industri. Peng-integrasian ini tidak saja sukses dari sisi ekonomi industrinya, tetapi juga sukses membangun sebuah tim tangguh dan menyajikan satu permainan berkelas yang dihuni dengan sederetan pemain yang secara individu juga mentereng sebagai bintang sepak bola dunia.

Sebagaimana Zidane yang sukses melatih pada level club, Deshcamps sukses pula menandaskan kepiawaiannya dalam memimpin sepak bola negaranya ke titik  puncak terjaya. Deshcamp adalah sosok pelatih inspiratif yang tidak saja piawai berdiri diantara ragam karakter, tetapi juga sangat lihai menemukan bakat-bakat  luar biasa dan kemudian meng-integrasikannya menjadi sebuah tim tangguh yang mengandalkan kolektifitas nan efektif. Totalitas dan penjiwaan yang utuh dalam melakukan setiap hal tidak saja telah melahirkan aura kepemimpinan nan kharismatik, tetapi juga motivasi bagi orang-orang yang dipimpinnya untuk mentauladani dan berdedikasi penuh ketulusan atas setiap penugasan dari sang pelatih. Lihatlah bagaimana cara Deshcamp memperlakukan dan menyentuh para pemainnya, terlihat tegas bahwa Deschamo adalah seorang pemimpin yang luar biasa dan begitu dihormati para pemainnya.

Disisi lain, perjalanan tak mudah Croatia mencapai partai final menandaskan semangat juang dalam mengejar mimpi walau kebanyakan orang mendefeinisikannya sebagai “ketidakmungkinan”. Tidak ada yang mengira sebelumnya mereka akan mencapai final. Lewat capain ini mereka berpesan bahwa segala sesuatu menjadi mungkin bila terbangun kolektivitas yang di dalamnya ada keyakinan kuat disertai kemauan kerja keras dalam proses meraihnya. Segenap pemainnya menunjukkan secara tegas bahwa berjuang sampai titik darah penghabisan adalah sebuah heroisme dan juga cara terhormat membangun jejak hidup yang layak di kenang dan juga dibanggakan. Pada level club, hal ini mengingatkan kita pada Leicester city di liga inggris dimana mereka juara dan menumbangkan semua prediksi, termasuk para penjudi. Apa yang dicapai Croatia tentu akan meng-inspirasi negara-negara lain untuk bangkit dan membuat sebuah sejarah.

Intinya, perhelatan final piala dunia lebih dari sekedar kecanggihan dalam mengolah bola, tetapi juga menyajikan berbagai pelajaran yang sangat meng-inspirasi dan meng-energi. Semoga Indonesia pun bisa mengambil hikmah, tidak terkecuali Persibas Banyumas yang sedang berjuang keras bisa eksis di jagad persebakbolaan nasional.

 

NB : Fhoto yang tersaji dalam tulisan ini adalah hasil “google searching”

Dipublikasi di Sari Warta | Tinggalkan Komentar

Ketika PSGC Ciamis tak menjadi momok lagi Bagi Persibas Banyumas

Persibas  memulai keikutsertaannnya di Piala Indionesia dengan langkah awal yang manis, usai menundukkan tamunya PSGC Ciamis dengan skore akhir 2-1 di GSP (Gor Satria Purwokerto). Hasil ini seolah mengubah tradisi dimana PSGC biasanya selalu menjadi momok, baik saat bermain di kandang Persibas Banyumas maupun di kandang PSGC Ciamis. “hari ini Persibas tampil luar biasa dan berhasil memasukkan 2 (dua) gol ke jaring PSGC lewat pemain andalannya vikram, pemain kelahiran ternate Sementara itu, PSGC hanya mampu memasukkan 1 (satu) gol. Hasil ini menjadi modal penting bagi Persibas dalam melakoni kiprah selanjutnya di Piala Indonesia. Disamping itu, kemenangan ini juga memberi gambaran optimis tentang kesiapan Persibas Banyumas mengarungi liga 3 nanti”, ungkap Bapak Supangkat selaku ketua Persibas Banyumas.

Banyak pihak awalnya meragukan persibas mampu membukukan kemenangan pada pertandingan perdana ini. Namun, tim besutan Coach Nazal kali ini sukses tampil impressif dan memaksa para pemain PSGC untuk melayani variasi serangan yang dilancarkan Persibas Banyumas. Disepanjang pertandingan, kedua tim tampil ngotot dan keduanya men-targetkan mendulang kesuksesan mengingat piala Indonesia menggunakan sistem gugur. Pertandinganpun kian memanas saat skor 1-1. Namun, kecerdikan vikram dalam mengolah bola akhirnya berbuah manis dan skore pun berubah, Persibas Banyumas unggul . Tertinggal 2-1, PSGC mencoba mengejar ketertinggalan. Tensi permainan pun semakin tinggi. Disatu sisi PSGC semakin ngotot dan disisi lain Persibas tidak mau mengendorkan serangan. Bilton,salah satu pemain andalan persibas pun terpaksa keluar digantikan oleh Subagiyo paskah di teckling keras pemain PSGC Ciamis. Suasana semakin tegang saat inspektur pertandingan memberi tambahan waktu 4’. Jual beli serangan pun terjadi di injury time ini. Namun, skore akhir tak juga berubah dan kemenangan menjadi milik tuan rumah Persibas Banyumas.

Dengan hasil ini, otomatis Persibas masuk ke fase berikutnya. Di fase 64 besar nanti Persibas akan melakoni laga away ke markas pemenang pertandingan antara PSCS Cilacap vs Persibanggga Purbalingga.

Alhamdulillah, hari ini Persibas Banyumas bisa menyajikan satu kemenangan yang membanggakan dan membahagiakan supporter fanatis  dan masyarakat pencinta sepak bola Banyumas. Kemenangan ini akan menjadi inspirasi lipatan energi bagi segenap pemain Persibas untuk berlatih lebih keras lagi. Kita harus men-syukuri hari ini dan menjauhkan dari rasa sombong sebab ini baru awalan dan perjalanan masih panjang.”, ungkap Dimas Goestaman direktur operasional PT Persibas Banyumas.

Sementara itu, CEO Persibas yang terpaksa menonton lewat live di akun instagram bombatik karena sedang dalam perjalanan pulang dari dinas luar kota, menyampaikan kegembiraannya atas hasil ini. “Ini menjadi suntikan energi bagi pengurus dan manajemen untuk bekerja lebih keras lagi agar Persibas senantiasa menjadi klub kebanggaan yang senantiasa membahagiakan dan mempersatukan masyarakat Banyumas. Saya berharap kemanangan ini menjadi lompatan apresiasi dan daya dukung nyata publik Banyumas atas komitmen dan perjuangan Persibas untuk menjadi kebanggaan kabupaten Banyumas”, ungkap beliau saat dikonfirmasi redaksi via handphone-nya.

Dipublikasi di Sari Warta | Tinggalkan Komentar

Mereka.. Men-Soal Loyalitas Para Pecinta Persibas Banyumas

Mereka.. Men-Soal Loyalitas Para Pecinta Persibas Banyumas

Rika ora tau dhewekan”, demikian selalu dikumandangkan oleh segenap pendukung fanatik Persibas Banyumas. Kalimat ini seoalah begitu magis bagi setiap fans untuk selalu hadir menemani tim kesayangannya setiap tampil dimanapun. Tak peduli jauhnya jarak, hujan deras dan atau teriknya matahari,  Cinta mati terhadap Persibas membuat mereka tidak pernah kehabisan energi untuk memberikan dukungan terbaik bagi Persibas.

Mereka pun tidak henti bernyanyi disetiap pertandingan dengan maksud untuk menyemangati para pahlawan mereka yang sedang bertarung di lapangan. Para Fans menciptakan lagu sendiri dan kemudian menyanyikannya dengan lantang sehingga mendatangkan sihir energi bagi setiap pemain yang dipercaya untuk turun ke lapangan membela Persibas Banyumas. “Saya selalu merindukan fans fanatik Persibas menyanyikan lagu-lagu magis bertenaga itu. Suara keras mereka selalu mendatangkan lompatan semangat dan energi bagi setiap pemain yang sedang berjibaku”, ungkap salah satu legenda Persibas Banyumas yang saat ini bergabung menjadi salah satu crew pelatih.

Persibas tanpa pendukung bukanlah sebuah tim sepak bola yang atratktif. Mereka tidak saja menjadi pemain ke-12, tetapi juga bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah tim”, Ungkap Om Budi Patriot, Direktur Keuangan PT Persibas Banyumas. Hal senada disampaikan oleh Om Sarwono, staff khusus PT Persibas, “ saya berinding tiap kali mendapati mereka memasuki stadion ber-iringan, ada yang naik sepeda motor, ada yang naik mobil dan bahkan ada yang naik truk. Hal serupa mereka lakukan setiap kali Persibas melawat ke kandang klub lain. Kecintaan mereka menjadi energi tersendiri buat saya untuk terus melibat dalam manajemen PT Persibas, sebab semua ini memang tentang cinta dan harga diri Banyumas, khususnya dalam urusan sepak bola”.

Ultras Knight Rebbels, SSCS, Laskar Bombastik dan Banyumasan, merupakan kelompok supporter Persibas yang tidak diragukan lagi loyalitasnya. Mereka selalu membangun cara baru  untuk membuktikan kecintaannya kepada Persibas Banyumas. Mereka tidak saja menemani Persibas saat bertanding, tetapi  juga sering mendampingi Persibas saat latihan sore. Mereka telah menjadi bagian penting dari atmosfir sepak bola di Banyumas.”, ungkap Om Aji, staff khusus media Persibas Banyumas.

Dipublikasi di Sari Warta | Tinggalkan Komentar

CALON “SQUAD PERSIBAS BANYUMAS” UNJUK KUALITAS SAAT MELADENI PERSIBARA

Baru genap seminggu “calon squad inti” Tim Peribas intens berlatih, pola permainan sudah menunjukkan satu pola yang mulai baik walau masih harus melakukan perbaikan dibeberapa hal. Hal ini terlihat dari apa yang ditampilkan oleh Tim Persibas Banyumas saat melakoni “friendly match” dengan Persibara Banjarnegara, sebuah tim kabupaten tetangga yang tengah naik daun dan merupakan semi finalis  liga 3 propinsi Jawa Tengah.

Untuk sebuah tim yang baru dibentuk, penampilan tim Persibas saat ini menunjukkan harapan membanggakan. Apalagi mereka baru efektif seminggu berlatih dan langsung bertanding dengan Persibara yang sudah solid dan tim nya terbangun sejak 5 (lima) bulan lalu”, ungkap Ketua Persibas, Pak Supangkat, yang menyaksikan langsung para pahlawan laskar bawor di lapangan GSP

Pertandingan “friendly match” yang digelar hari minggu sore kemarin berkahir imbang 1-1. Setelah sempat tertinggal lebih dahulu, akhirnya Persibas Banyumas bisa menyamakan kedudukan di menit-menit akhir petandingan.

Bermain didepan ratusan pendukung setianya, Persibas Banyumas lebih banyak menguasai bola. Penyelesaian akhir yang masih tergesa-gesa membuat banyak peluang gagal menghasilkan gol. Diawal pertandingan hampir saja Persibas berhasil  menyarangkan gol, namun heading permain Persibas masih terlalu tinggi diatas tiang gawang. Persibas Banyumas terus membangun kombinasi serangan sehingga membuat para pemain Persibara agak kewalahan.

Di Babak II, Coach Nazal mencoba strategi bongkar pasang pemain. Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan bermain kepada para pemain yang berstatus masih seleksi. Coach Nazal ingin memastikan performance para pemainnya memang layak dijadikan squad permanen yang nanti akan berlaga di  Piala Indonesia dan  juga liga 3.

Secara umum, kami puas dengan kinerja Tim besutan Coach Nazal. Kalaupun masih ada kekurangan sana-sini, akan dijadikan bahan evaluasi dan melakukan perbaikan. Tim ini masih prematur tetapi sudah menunjukkan harapan menjadi sebuah tim yang layak tampil di Piala Indonesia dan liga 3 nanti”, ungkap Dimas Goestaman, direktur Operasional dan pemasaran bisnis PT Persibas.

Dipublikasi di Sari Warta | Tinggalkan Komentar

COACH NAZAL KEMBALI KE KANDANG PERSIBAS BANYUMAS

Minggu sore, 13 Mei 2018.pengurus dan manajamen PT Persibas Banyumas menggelar rapat dengan 2 (dua) agenda penting, yaitu : (a) membahas kerangka menajamen; (b) komunikasi dengan calon pelatih kepala (head coach). Rapat ini dihadiri oleh Jajaran Pengurus Persibas, yaitu  Bapak Supangkat (ketua), Bapak Danan S (wakil ketua), Bapak Karisdi (sekjen). Dari jajaran Manajemen PT Persibas hadir M.Arsad Dalimunte (CEO) , Sarwono A (Staf Keuangan) dan Aji (Staf Pemasaran). Pak Yanto juga hadir dalam kapasitas koordinator tim seleksi. Om Dimas Goestaman (direktur bisnis dan pemasaran) dan Om Budi (direktur keuangan), Om Herri Kristanto (Staff Humas)  berhalangan hadir karena sedang ada acara keluarga.

Pada agenda pertama menekankan pembahasan tentang kebijakan umum, strategi dan kerangka struktur manajemen yang akan mengawal Persibas Banyumas dalam mengarungi Piala Indonesia dan Liga 3. Agenda ini belum memutuskan siapa yang akan menjadi manajer tim.

Pada agenda kedua, segenap pengurus dan manajemen PT Persibas menyimak presentasi pemaparan program calon pelatih dan sekaligus mengambil keputusan final tentang pelatih kepala (head coach) yang akan memimpin kesebelasan Persibas Banyumas dalam mengarungi pertarungan di Piala Indonesia.

“Lolos kembali ke liga 2 (dua) menjadi target. Hal ini tentu didukung oleh pemain berkualitas dan juga pendanaan yang mendukung. Kalau hanya sekedar bertahan, itu tak akan melecut semangat sang pelatih. Untuk membentuk sebuah tim berkualitas, pelatih meminta oitoritas penuh dalam memilih pemain. Dalam waktu singkat ini Persibas Banyumas harus berlari kencang dalam membentuk tim berkualitas dan layak bertarung di Piala Indonesia dan juga Liga 03”, ungkap Bung Nazal dalam paparannya .

Dalam arahannya, Bapak Supangkat  selaku ketua umum Persibas mempersilahkan kepada Coach Nazal menilik ulang hasil seleksi yang sudah dikakukan oleh persibas Banyumas. Beliau hanya berpesan, tim yang dibentuk benar-benar tim yang layak dan rasional terhadap target yang ingin dicapai, lolos kembali ke liga 02. Beliau juga memberi catatan untuk tidak membiasakan bongkar pasang pemain, kecuali karena hal-hal yang bersifat emergency, seperi cedera permanen, alasan sekolah, pekerjaan dan lain sebagainya. Dengan pola semacam ini, maka tim akan kompak dan pelatih pun memiliki keleluasaan dalam menjalankan serangkain program dengan efektif”.

Semantara itu, tentang kualifikasi materi pemain hasil seleksi, Coach Nazal terbantu dengan pegelaran pertandingan persahabatan antara Persibas Banyumas vs Persikat Tegal sekitar 2 (dua) minggu lalu, dimana Coach Nazal saat itu masih berposisi sebagai pelatih Persikat Tegal. Pada friendly match tersebut, Coach Nazal telah langsung cara bermain para pemain hasil seleksi Persibas tersebut sehingga memiliki bahan awal yang cukup untuk melakukan penilaian kelayakan tim.

Dalam rangka membangun tim berkualitas, Coach Nazal akan melakukan penilaian langsung terhadap seluruh pemain hasil seleksi dan kemudian memutuskan para pemain yang dinilai layak masuk skuad utama Persibas Banyumas. Apabila dilangkah pertama ini menghasilkan jumlah pemain yang kurang dari cukup, maka Coach Nazal akan melakukan perburuan pemain dari daerah lain yang berkuaiifikasi siap tarung dan memiliki visi bermain sesuai karakter yang diharapkan dan di idealkan oleh coach nazal. Rencananya, Coach Nazal akan memulai langkah pertama tersebut di Hari Selasa dan Rabu (14-15 Mei 2018).

Dipublikasi di Sari Warta | Tinggalkan Komentar

PERSIBAS BERHASIL MENAKLUKKAN PSIW WONOSOBO

Pertandingan Perdana Yang Meng-energi

Sabtu,14 april 2018, Persibas Banyumas meladeni tawaran friendly match dari PSIW Wonosobo. Pertandingan di gelar di lapangan kejiwan  Kali ini, tim.Persibas melakoni pertandingan dibawah komando sang pelatih Bung Priyanto yang dibantu oleh Bung anjar selaku pelatih kiper.

Dalam pertandingan ini, Persibas Banyumas menurunkan tim hasil seleksi minggu lalu. Layaknya sebuah tim baru, penamplan Persibas tentu masih jauh dari sebuah tim ideal.

Pertandingan berjalan imbang. Kedua tim saling tukar serangan dan beberapa kartu kuning terpaksa dikeluarkan wasit karena tackling  yang mem-bahayakan lawan. PSIW terlebih dahulu berhasil unggul 1-0  setelah melalui kemelut di gawang Persibas sehingga memaksa  Fajar memungut bola di gawagnya. Score ini bertahan hingga babak I  usai.

Memasuki babak kedua, Persibas Banyumas mengambiil inisiatif menyerang untuk mengejar ketertinggalannya. Strategi ini akhirnya menemukan titik efektifitasnya di menit ke 50 melalui tendangan melengkung zidane yang langsung menusuk gawang PSIW, score pun berubah 1-1.

Tensi permainan pun meningkat. Para oemain Persibas pun semakin percaya diri usai berhasil membobol gawang PSIW. Para pemain Persibas pun semakin trengginas melancarkan serangan .  Hampir saja Faisal menjebol gawang PSIW lewat kecepatannya mencuri bola, sayangnya masih melebar walau penjaga gawang sudah kehilangan posisi.

 

Pada 10 menit menjelang bubaran, Raka mendapat kesempatan emas untuk mencetak gol, sayangnya Raka diganjal sebelum memasuki kotak sakral pertahanan PSIW. Wasit pun menghadiahi kartu kuning untuk pemain PSIW dan kemudian memberikan tendangan bebas kepada Persibas. Tendangan melengkung Nori ke sudut tiang gawang tidak mampu ditangkap kiper PSIW, Persibas Banyumas pun menjadi unggul 2-1.

 

 

Bahan Evaluasi

Satu hal yang menjadi catatan, walau tim Persibas baru saja beberapa hari latihan, hasil ini sangat menggembirakan. Apa yang ditampilkan hari ini  sangat keren untuk ukuran sebuah tim yang baru saja dibentuk beberapa hari lalu. Apalagi, mereka merupakan pemain dengan usia rata-rata dibawah 23 tahun  kebawah.   sehingga memiliki potensi besar untuk dibentuk menjadi tim kebanggaan Banyumas.

 

”capaian ini sangat mengagumkan dan hal ini merupakan awal yang berpengharapan dan memiliki potensi besar untuk menjadi tim kebanggaan Kab. Banyumas“, ungkap Pak Supangat, Ketua Persibas Banyumas yang langsung menyaksikan tim Persibas bermain.

 

Hal senada sisampaikan oleh sang pelatih, bung priyanto.” tim ini baru latihan tiga hari, tetapi sudah menunjukkan permainan yang bagus. Namun demikian, tentu masih banyak yang harus diperbaiki dan masih jauh dari titik ideal sebuah tim yang akan berlaga di Piala Indonesia dan juga liga 3. Tim ini harus berlatih lebih keras lagi sehingga menjadi sebuah tim yang berkualitas

 

Sementara itu, CEO Persibas tampak sumringah  atas capaian perdana ini. “Terlepas hasil yang berujung kemenangan bagi Persibas Banyumas, ada beberapa  catatan yang menjadi PR ke depan. Disamping terlihat belum kompak 100%, kesalahan-kesalahan elementer masih sering dilakukan para pemain, mulai dari salah over, sering kehilangam bola, salah passing, terlambat menyambut bola datang sehingga mudah direbut lawan, heading yang tidak terarah dan lain sebagainya. Demikian halnya dengan mental dan spirit of fighting para pemain masih memerlukan sentuhan yang serius. Mudah panik dan tidak tenang masih sering terlihat, baik saat di serang maupun sedang menyerang.  Komunikasi antar pemain juga masih terlihat masih sering kaku. Saya meyakini tim ini sangan berpotensi bila dipoles lebih smart lagi. Kita masih punya waktu yang cukup untuk mengasah skil para pemain yang memeiliki kemampuan dasar yang potensial. Kita harus mampu memadukan bakat-bakat hebat para pemain menjadi satu permainan kolektif yang siap untuk bermain dengan ragam skema, ungkap beliau dengan nada optimis.

Sementara itu, Om Aji pun berpandangan serupa terhadap skuad Persibas yang tampil sore ini meawan PSIW. Beliau meyakini, ketekunan berlatih akan menjadikan tim ini berpeluang mendulang prestasi.

Usai melakoni pertandingan, segenap Pemain Persibas dan beberapa official menyambangi para fans fanatik yang selalu setia mendampingi Persibas dimanapun dan kapanpun. Lagu-lagu magis khas kelompok suporter pun mengalun dengan penuh semangat dan begitu meng-energi.

“Terima kasih-terima kasih”, ungkap para official dan segenap pemain sambil melambaikan tangan kepada barisan supporter, baik laskar bombastik, maupun SCS dan juga ultras”.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tinggalkan Komentar

Persibas Banyumas Menggelar Latihan Perdaana

Hari ini, Selasa 10 April 2018, hasil seleksi yang diumumkan sabtu kemarin dikumpulkan dan langsung mengikuti latihan perdana. Para pemain hanya diberikan porsi menu latihan ringan. Latihan perdana ini pun menjadi ajang untuk saling kenal satu sama lain diantara pemain, sebab sebagian besar dari mereka memang   baru pertama kali berada dalam satu tim.

Latihan perdana ini dipimpin oleh Sang Koordinator Pelatik sementara, Bung Supriyanto. Kali ini, bung supriyanto didampingi oleh Mas Angjar, pelatih kiper. Sementara itu, Bung Ispri dan Bung Abda ali berhakangan hadir karena ada acara yang tidak bisa ditinggalkan.

Cuaca yang kurang bersahabat menjelang akhir sesi latihan pun memaksa latihan dihentikan. Kemudin tim pelatih membariskan seluruh pemain dan kemudian memberikan arahan dan mengorbarkan semangat para pemain.

Saat redaksi mewawancari singkatm Bung Priyanto menyampaikan“kali ini saya membangun mindset dan mental para pemain . Saya menyemangati mereka karean sudah terpilih dari sekian ratus orang yang begitu ingin berkesempatan mengenakan seragam kebanggan Persibas Banyumas. Ini kesempatan yang harus diikuti dengan kesiapan mental dan juga tanggungjawab besar, karena ini adalah tim kebanggaan masyarakat Banyumas. Ini kesempatan kalian menjadi pahlawan yang akan membawa nama harum banyumas dimana kalian dilahirkan. Ini tentang harga diri Kab. Banyumas, sehingga kalian harus siap berjuang sampai titik darah penghabisan, demikian inti kalimat magis yang disampaikan oleh Bung Priyanto kepada seluruh pemain.

CEO Persibas sempat hadir dipenghujung latihan dan sekilas sempat menyaksikan langsung bagaimana suntikan motivasi diberikan kepada seluruh pemain.

Latihan perdana ini juga dihadiri oleh puluhan fans Persibas yang antara lain laskar Bombastik. Mereka terus mengikuti perkembangan tim kesayangan mereka dan tidak pernah lelah untuk memberi support moral bagi segenap pemain yang sedang berlatih.

Rencananya besok akan digelar latihan lagi dengan porsi latihan yang lebih berat tentunya. Apalagi Sabtu besok, Persibas Banyumas akan melawat ke kandang PSIW Wonosobo untuk melakoni friendly match. Dengan demikian, walau tim ini masih sangat baru, namun porsi latihan “bermain sebagai sebuah tim” harus segera diasupkan sehingga kolektivitas tim mulai terbangun.   

Dipublikasi di Sari Warta | Tinggalkan Komentar

KETIKA BUNG ANDY F NOYA (KICK ANDY) MEMENUHI JANJINYA

Alhamdulillah tahap I  turun 20  pcs bola yg nomor 5. Yg nomor 4  menyusul lg”, demikian isi WA Om Herry Kristanto, salah seorang punggawa PT Persibas Banyumas yang mengabarkan datangnya kirman dari Bung Andi F Noya

 

Andi F Noya, tokoh penting suksesnya acara  KICK ANDY disalah satu TV Swsata Nasional, pernah mengatakan berpihak dan mendukung perjuangan Persibas Banyumas untuk eksis di kancah persepak bolaan nasional. Saat Bung Andy berbincang ringan dengan  2 (dua) punggawa PT Persibas, Om Herry  dan CEO PT Persibas, beliau mengatakan akan mengirim bola sebagai bagian dari cara beliau menyemangati  perjuangan Persibas dan juga bentuk dukungannya terhadap klub-klub lokal Banyumas yang concern dalam pembinaan pemain sepak bola usia dini. Beberapa tahun terakhir, Bung Andi F Noya memang sedang concern mendukung program pengembangan sepak bola usia dini. Beliau meyakini bahwa anak-anak Indonesia sangat potensial membawa nama harum bangsa lewat sepak bola. Keyakinan ini pula yang membawa beliau ikut aktif meng-campaignprogram satu juta bola” yang didistribusikan ke klub-klub sepak bola usia dini ditanah air.

 

Baru minggu lalu beliau kembali ke Ibu Kota, Jakarta, namun paket kiriman bola tahap I dari Bung Andy F Noya sudah hadir di pagi ini, sejumlah 20 (dua puluh)  buah bola nomor 5 (bola untuk dewasa). Informasinya, akan ada kiriman berikutnya dengan nomor 4 (bola untuk ukuran usia dini).

 

Kiriman paket Bung Andi bukan sekedar bola, tetapi jauh lebih penting adalah tentang  “spirit tambahan & dukungan moral”  bagi Persibas dalam berjuang di pertarungan liga 03.  Kiriman paket ini juga akan bernilai magis bagi para pemain usia dini untuk terus bersemangat dan berlatih dan rajin dalam  mengasah kemampuan agar menjadi pemain yang keren pada waktunya.

 

Trims Bung Andi atas kiriman paket bola-nya, Ini akan menjadi spirit tambahan dan dukungan moral yang nyata bagi segenap pemain Persibas  Banyumas yang akan mengaruhi sengitnya liga 03. Paket ini juga menjadi percikan semangat bagi klub-klub lokal di lingkaran Kab Banyumas yang concern membina pemain sepak bola usia dini. Semoga suatu waktu Banyumas akan melahirkan pemain hebat yang berkiprah dan membawa harum persepakbolaan Indonesia. Semoga  keakraban dan kepedulian Bung Andi bisa menjadi pemantik lompatan nama besar Persibas Banyumas. Amin”, demikian ungkap CEO PT Persibas melalu WA ke Bung Andy F Noya.

 

Saya berharap kepedulian yang ditunjukkan Bung Andy ini akan meng-inspirasi kepedulian para tokoh masyarakat dan juga para pelaku usaha di lingkungan Banyumas untuk ikut berpartisipasi mendukung perjuangan Persbas Banyumas”, ungkap Bung Danan selaku wakil ketua Persibas Banyumas.

“Menjadi merasa sangat special ketika Bung Andy mengirim paket bola, semoga nama besar beliau juga ikut men-dongkrak citra Persibas Banyumas”, demikian komentar Om Dimas Goestaman Direktur operasional & Pemasaran PT Persibas Banyumas.

Dipublikasi di Sari Warta | Tinggalkan Komentar